Polemik UKT, BEM Unsri Menilai, Aspirasinya Selama Ini Tak Diakomodir Rektorat

0
105

Arto

beritasebelas.com,Palembang – Angin segar berupa penurunan 50 persen Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang saat ini diperjuangkan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli UKT semester IX Universitas Sriwijaya hingga kini masih terus dalam tahap perjuangan.

Usai audiensi dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, ternyata Aliansi Mahasiswa Peduli UKT menilai bahwa aspirasi selama ini tentang UKT tak terakomodir dengan baik oleh pihak Rektorat.

[Perwakilan Aliansi Mahasiswa Peduli UKT Universitas Sriwijaya saat melakukan audiensi ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi]
Menurut Ketua BEM KM Universitas Sriwijaya Rahmat Farizal, bahwa hasil audiensi dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi didampingi DPRD Sumatera Selatan dan Rektorat Universitas Sriwijaya sendiri menghasilkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tidak memberikan sikap berkenan dengan dikeluarkannya SK Rektor Universitas Jakarta, Universitas Lampung dan Universitas Brawijaya, terkait penurunan UKT secara massal jika lebih dari VIII Semester.

“Ini artinya kewenangan penurunan UKT dikembalikan kepada Rektor masing-masing. Layaknya kampus-kampus lain yang telah menurunkan UKT. Dan Dikti hanya menerima laporan dari Rektorat,”ujar Rahmat Farizal, Selasa 15 Agustus 2017.

Melihat hal tersebut, tentu Aliansi Mahasiswa Peduli UKT Universitas Sriwijaya selama ini belum terakomodir dengan baik. Padahal, sejumlah tindakan telah dilakukan, mulai audiensi dengan Rektorat hingga empat kali aksi damai besar-besaran.

Hal senada disampaikan Dedi Satria, Menteri Politik dan Propaganda BEM KM Universitas Sriwijaya, bahwa dengan posisi polemik yang begitu besar harapan utamanya ada kebijaksanaan yang diberikan pihak Rektorat, mengingat aspirasi ini mewakili ribuan mahasiwa di Universitas Sriwijaya. Dan silakan teman-teman menilai nya sendiri.

“Apapun hasil hari ini, yang pasti kita sudah berjuang semaksimal mungkin dengan segala upaya yang ada, dimulai dari audiensi sebanyak empat kali, aksi damai sebanyak tiga kali, aksi besar-besaran di kampus dan Kantor DPRD Sumatera Selatan,  beraudiensi bersama DPRD Sumatera Selatan, hingga ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi hari ini,”pungkasnya.

Untuk diketahui bahwa dalam audiensi ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Aliansi Mahasiswa Peduli UKT diwakili tiga orang mahasiswa yakni Rahmat Farizal, Dedi Satria dan Ilham Novriandi. Kemudian dari pihak Rektorat Universitas Sriwijaya dihadiri Wakil Rektor II, Mukhtaruddin, Wakil Rektor III, Muhammad Zulkarnain dan Dekan FISIP Muhammad Sobri, serta 16 Anggota DPRD Sumatera Selatan.

Dalam audiensi ini, pihak Mahasiswa, Rektorat dan DPRD diterima di Gedung Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi oleh Prof Intan Ahmad Musmeinan, Ph.D, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Didin Wahidin Direktur kemahasiswaan, dan lain-lain.

print