Polresta Palembang Tetapkan Satu Tersangka Baru Kasus SMA Taruna Indonesia

0
32

[Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah]

Dudi

beritasebelas.com, Palembang – AS (16), siswa kelas tiga di SMA Taruna Indonesia akhirnya ditetapkan sebagai tersangka baru oleh penyidik Satreskrim Polresta Palembang atas kasus penganiayaan yang menewaskan Wiko Jerianda, saat mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS).

Namun, meski sudah berstatus tersangka, AS yang dianggap kooperatif selama proses penyelidikan dan masih di bawah umur, maka hanya dikenakan wajib lapor tidak menjalani penahanan.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah didampingi Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, korban benar mendapat kekerasan oleh AS hingga korban meninggal dunia.

“Sementara ini tersangka tidak ditahan, hanya wajib lapor. Karena ini kasus dengan tersangka di bawah umur, kita percepat prosesnya. Sekarang penyidik sedang melengkapi berkas untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan,” kata Kapolresta, saat jumpa pers,  Kamis (8/8).

Untuk motif hingga terjadi penganiayaan tersebut, Didi menjelaskan, karena pelaku kesal dengan korban yang tak mengikuti perintah dari seniornya tersebut. Akibat pemukulan, dari hasil rekam medis, hasilnya ada organ vital yang tidak berfungsi, pankreas akut.

“Kita selidiki dan akhirnya mengerucut kepada AS hingga akhirnya kita tetapkan sebagai tersangka. Keterangan saksi, motifnya hampir sama dengan kejadian sebelumnya (Obby), gelagat korban tidak mau mengikuti perintah, hingga seniornya emosi,” jelasnya.

Akibat pemukulan tersebut, korban dilarikan ke Rumah Sakit Karya Asih dan sempat menjalani operasi atas diagnosa usus terbelit. Karena kondisi yang semakin memburuk, orban dirujuk ke RS RK Charitas dan setelah enam hari koma, Wiko akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Jumat (19/7) malam.

Atas perbuatan tersebut, Yon menambahkan, tersangka dijerat Pasal 76 dan 80 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. “Saat ini berkasnya sedang kita lengkapi untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan,”  katanya.

Diberitakan sebelumnya, WK (16) meninggal dunia, pada Jumat (19/7) setelah mengikuti MOS di SMA Taruna Indonesia. Korban pertama kali diantarkan ke rumah sakit oleh pihak sekolah dan diduga ikut menjadi korban kekerasan.

Selain adanya dugaan kekerasan yang menimpa WK SMA Taruna Indonesia  menjadi sorotan. Sebab, salah satu siswanya, Delwyn Berli, lebih dulu meninggal dunia saat mengikuti MOS.

Atas kasus tersebut, polisi menetapkan salah satu pembina di sekolah tersebut, Obby, sebagai tersangka. Obby dituding memukul kepala korban dengan bambu sebelum meninggal.

Selain Obby, senior berinisial AS disebut melakukan penganiayaan terhadap WK dan kini resmi menyandang status tersangka oleh penyidik Satreskrim Polresta Palembang.

print