Potret Miris, Petani Makan Raskin

0
92

A Yudiansyah

beritasebelas.com,Lahat – Kelompok tani desa Tanjung Bai dan Tanjung Nibung mengalami hidup sebagai petani yang miris. Sebab mayoritas penduduk yang berpropesi sebagai petani, namun masih makan beras Raskin. Padahal, produksi gabah kering desa ini mencapai 8-9 ton pertahunnya.

[Kelompok Tani Desa Tanjung Bai dan Tanjung Nibung melakukan panen raya, dan dihadiri oleh Bakal Calon Bupati Lahat Bursah Zarnubi – foto A Yudiansyah beritasebelas]
Hal ini disampaikan Yustam sebagai Perwakilan Kelompok Tani Suka Maju saat salah satu Bakal Calon Bupati Lahat menghadiri panen padi Upsus Pajale menuju swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Lahat, Rabu 24 Januari 2018.

“Iya pak kami ini masih makan Raskin, padahal kami petani padi atau sawah. Dan hampir seluruh masyarakat disini, 80% berstatus petani,” kata Yustam.

Selain itu Yustam menyampaikan bahwa, sawah mereka juga merupakan sawah tadah hujan, apabila musim kemarau tiba, sawah menjadi kering dan petani bisa terancam gagal panen.

“Pengairan atau irigasi di desa kami juga masih menjadi momok yang menakutkan, karena tidak bagusnya irigasi disini, pada saat musim kemarau tiba, sawah menjadi kering dan terancam gagal panen,” jelas Yustam.

Sedangkan Bursah Zarnubi yang turut hadir dalam panen raya kali ini mengatakan, petani adalah tulang punggung Indonesia, apabila petani sejahtera, saya pastikan tidak ada impor beras lagi dari negara lain.

“Kabupaten Lahat 75% penduduknya mayoritas petani, apabila kita maksimalkan potensi yang ada ini, maka swasembada beras bukan menjadi angan belaka,” pungkas Bursah.

print