PTM 100% Dilanjut Meski Ada Siswa Positif COVID, Ini Alasan Pemprov DKI

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM – Pemprov DKI Jakarta tetap melanjutkan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% usai belasan sekolah ditutup akibat temuan kasus COVID-19. Kabag Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Taga Radjagah menyebut rasio keterpaparan COVID-19 di sekolah masih kecil, meskipun ada temuan kasus.

Taga memaparkan saat ini setidaknya ada 10.947 sekolah yang menggelar PTM. Sedangkan jumlah siswa yang mengikuti PTM sebanyak 1,3 juta orang, dan tenaga pendidik sebanyak 75 ribu orang.

“Kans sekolah kita ada 10.994. Jadi, nol koma sekian persen, sangat kecil sekali. Yang ikut pembelajaran tatap muka itu 1,4 juta siswa. Artinya, kita mesti bijak menyikapinya. Jangan sampai nanti menutup semuanya atau men-PJJ-kan (pembelajaran jarak jauh) semuanya, sementara sebagian besar kondisi aman,” kata Taga kepada wartawan, Jumat (14/1/2022).

“Sekarang kalau angka sebegitu besar, kalau ditutup PTM kan kasihan yang masih aman,” imbuhnya.

Baca juga: Politikus PKS Usul Kegiatan PTM di Jakarta Dihentikan Sementara

Namun demikian, Taga menyebut Disdik dan Dinas Kesehatan DKI masih berkoordinasi mengenai data lengkap siswa dan guru yang terpapar COVID-19.

“Untuk laporan masih menunggu ya, saat ini sedang rapat dengan Dinas Kesehatan dan Satpol PP. Kita sedang mengumpulkan data,” ujarnya.

Data terkini, ada 12 sekolah yang menghentikan PJJ dan ditutup lantaran ada temuan kasus Corona. Data per pukul 15.00 WIB tadi, SMA 6 Jakarta yang ditutup. Sementara data terakhir per kemarin ada 11 sekolah yang ditutup.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 11 sekolah yang tersebar di wilayah Jakarta Timur dan Selatan ditutup imbas Corona. Total ada 13 siswa dan guru yang kena Corona, satu di antaranya suspek Omicron.

Baca juga: Gerindra Yakin PTM Aman Selama Prokes Ketat-Evaluasi Berkala di Sekolah

Dari 11 sekolah yang ditutup, 6 di antaranya berada di wilayah Jakarta Timur. Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur Linda Romauli menerangkan di wilayahnya jenjang sekolah yang ditutup terdiri dari SD hingga SMA. Di mana, di salah satu SMA yang ditutup, yakni SMA 71 Jakarta, terdapat 1 kasus suspek Omicron.

“Ada 6 sekarang berkembang. Semua jenjang kena. SD ada SMP, SMA, SMK ada,” kata Linda saat dihubungi, Kamis (13/1).

Sementara 5 sekolah lainnya berada di Jakarta Selatan (Jaksel). Di Jaksel, ada tujuh siswa dan guru yang terkonfirmasi positif COVID.

Baca juga: SMAN 6 Jakarta Setop Sementara PTM Akibat Siswa Positif COVID

Berikut data SD-SMA yang ditutup berserta temuan kasus Corona di masing-masing sekolah:

Jakarta Timur

1. SMAN 71 (1 siswa)
2. SMK Malaka (1 siswa)
3. SMPN 252 (1 siswa)
4. SMPN 62 (1 guru)
5. SDN 01 Jati (1 siswa)
6. SMA Pelita 3 (1 siswa)

Jakarta Selatan

1. SMP Labschool (1 siswa)
Sekolah ditutup sementara pada 7 Januari 2022-12 Januari 2022. Pembelajaran sementara secara daring (PJJ)
2. SMP Islam Andalus (1 siswa OTG)
Sekolah ditutup 11 Januari-17 Januari 2022. Pembelajaran diganti dengan Belajar dari Rumah (BDR)
3. SMA Labschool (guru 1 orang dan 2 siswa)
Sekolah ditutup 11 Januari-17 Januari 2022
4. SMK Asisi (1 siswa)
Sekolah ditutup 10 Januari-14 Januari 2022. Pembelajaran diubah menjadi daring
5. SMP Azhari Islamic School Rasuna (1 siswa)
Sekolah ditutup 11 Januari-17 Januari 2022. Pembelajaran dilakukan secara daring

(taa/zak) pembelajaran tatap muka belajar tatap muka ptm disdik dki jakarta pemprov dki jakarta sekolah corona covid-19 omicron

Artikel Asli

Sumber: detik.com

  • Bagikan