Puncak Omicron Diprediksi Februari, Ini Persiapan Sultan Yogya

  • Bagikan

Yogyakarta –

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan puncak kasus Omicron di Indonesia terjadi awal Februari mendatang. Menanggapi hal tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X telah mempersiapkan beberapa langkah.

“Kita tidak bisa membedakan (jenis virus yang menyerang) gitu lho. Kalau saya ya seperti yang lain (penanganan menghadapi puncak Omicron),” kata Sultan saat diwawancarai wartawan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Jumat (14/1/2022).

Sultan menjelaskan, dirinya selama ini selalu memantau dinamika kasus positif COVID-19 tiap hari. Seperti awal tahun ini, menurutnya setelah dua pekan dari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) belum ada kenaikan kasus positif yang signifikan di DIY.

“Melihat kontak Nataru dan sebelum Nataru ternyata landai saja. Ada yang keluarga ada yang sekolah, mestinya naik, besoknya turun. Faktanya kan tetap landai seperti ini,” jelasnya.

Baca juga: Luhut Prediksi Puncak Omicron di RI Awal FebruariBaca juga: Begal di Kudus Tebas Tangan Korban, Dua Pelaku Ditangkap

Ia menambahkan, Varian Omicron ini merupakan serpihan dari Varian Delta. Sultan pun sampai saat ini masih menanti hasil whole genome sequencing (WGS) terhadap 15 spesimen yang masuk dalam ciri CT value di bawah 30.

“Omicron itu kan hanya serpihan dari Delta ya. saya tidak tahu persis apakah itu sudah masuk di Yogya ya,” katanya.

Sultan pun berharap, dengan temuan adanya peningkatan kasus di Jakarta karena Omicron bisa dengan cepat ter-tracing dan dilakukan karantina. Sehingga, daerah lain tidak mengalami peningkatan kasus positif.

“Harapan saya tetap landai seperti ini. Karena yang baru-baru ini biar pun ada kan relatif OTG (tapa gejala). Yang di ICU kan hanya berkisar tujuh (hingga) sembilan orang,” jelas Sultan.

Seperti telah diberikan, Kementerian Kesehatan RI kembali mencatat penambahan kasus varian Omicron di Indonesia. Per Jumat (14/1), ada penambahan sebanyak 66 kasus baru, sehingga total konfirmasi Omicron mencapai 572 kasus.

Dari 66 kasus konfirmasi Omicron baru ini, 33 di antaranya adalah pelaku perjalanan internasional atau luar negeri (PPLN). Sedangkan 33 kasus lainnya merupakan transmisi lokal.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan tidak ada perbedaan karakteristik gejala antara pasien PPLN dengan pasien transmisi lokal. Gejala yang muncul tergolong ringan, seperti batuk, pilek, demam, dan ada juga yang tanpa gejala.

Baca juga: Anggota F-PDIP Jateng Kritik Penanganan Kemiskinan Ganjar Cuma Pencitraan

“Hampir setengahnya atau sekitar 276 orang telah selesai menjalani isolasi, sedangkan sisanya 296 orang masih isolasi. Dari hasil pemantauan di lapangan, mayoritas gejalanya ringan dan tanpa gejala. Jadi belum butuh perawatan yang serius,” kata dr Nadia dalam keterangan resmi, Jumat (14/1).

(ahr/sip) omicron sultan hb x sri sultan hamengkubuwana x yogyakarta covid-19 birojatengdiy

Artikel Asli

Sumber: detik.com

  • Bagikan