Bank Indonesia Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Sebesar 6 Persen

Thursday, 18 January 2024
Bank Indonesia Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Sebesar 6 Persen
Bank Indonesia Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan Sebesar 6 Persen

beritasebelas.comBank Indonesia (BI) memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga pada level enam persen. Keputusan ini merupakan hasil dari gelaran Rapat Dewan Gubernur BI periode Januari 2024.

BI juga mempertahankan tingkat suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing di di level 5,25 persen dan 6,75 persen. Bank sentral tersebut mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR)pada angka 6 persen, sejak bulan Oktober, sesuai dengan perkiraan para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

“Ketidakpastian pasar global telah mereda,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, pada konferensi pers (17/1/2024) sehingga membantu stabilisasi nilai rupiah dan bahkan menunjukkan kecenderungan menguat seiring dengan berakhirnya siklus pengetatan yang dilakukan oleh negara-negara maju.

Baca Juga: Per 1 Juli 2023 Bank Indonesia Akan Kenakan Biaya Layanan QRIS, Berapakah Biaya Layanan QRIS? Simak Uraiannya

BI memperkirakan Federal Reserve AS atau bank sentral Amerika akan mulai melakukan pelonggaran pada semester kedua tahun ini, dengan total 75 basis poin.

Ketika ditanya kapan BI akan memulai pelonggaran, Perry mengatakan hal itu bergantung pada seberapa cepat rupiah dapat menguat, tingkat inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.

“Kami akan tetap bersabar memantau kondisi domestik dan global,” kata Perry.

Rupiah tidak berubah setelah pengumuman untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil dan diperdagangkan sekitar 15.640 per dolar pada hari Rabu, turun 0,34 persen dari hari sebelumnya.

Gubernur BI Perry Warjiyo berbicara saat konferensi pers di Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta, 17 Januari 2024
Gubernur BI Perry Warjiyo berbicara saat konferensi pers di Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta, 17 Januari 2024 (beritasebelas.com/voaindonesia.com/REUTERS/Willy Kurniawan)

BI menargetkan inflasi pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen pada tahun 2024, di bawah target tahun 2023 sebesar dua hingga empat persen.

Kegiatan perekonomian Indonesia melambat tahun lalu di tengah penurunan ekspor dan melemahnya belanja rumah tangga. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal ketiga berada pada titik terlemahnya dalam dua tahun.

BI mempertahankan perkiraannya bahwa pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini akan meningkat pada tahun 2024 menjadi berkisar antara 4,7 persen hingga 5,5 persen, dari perkiraan tahun 2023 sebesar 4,5 persen hingga 5,3 persen, yang disebabkan oleh peningkatan belanja untuk pemilu dan karena pemerintah saat ini bergegas menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur.

Dengan inflasi yang tetap berada dalam target, sebagian besar ekonom memperkirakan langkah BI selanjutnya adalah melakukan pemotongan, meskipun ada yang tidak setuju mengenai waktunya, yang mungkin bergantung pada stabilitas nilai tukar rupiah.

Bank Danamon memperkirakan pemotongan BI sebesar 50 basis poin pada tahun ini.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bonsernews.com

Komentar

Artikel Terkait

Terkini