Hotman Paris, Grace Natalie, Helmi Yahya, Habiburokhman Jadi Wakil Menteri Kabinet Prabowo-Gibran?

Thursday, 2 May 2024
Hotman Paris, Grace Natalie, Helmi Yahya, Habiburokhman Jadi Wakil Menteri Kabinet Prabowo-Gibran?
Hotman Paris, Grace Natalie, Helmi Yahya, Habiburokhman Jadi Wakil Menteri Kabinet Prabowo-Gibran?



BERITASEBELAS.COM  - Tak hanya susunan menteri kabinet Prabowo-Gibran yang baru-baru ini beredar di media sosial.


Ada juga nama-nama wakil menteri atau Wamen, yang merupakan wajah-wajah tak asing yang selama ini mendukung Prabowo-Gibran.


Mereka yakni Hotman Paris, Grace Natalie, Helmi Yahya, Habiburokhman dan Sudaryono.



Namun hingga saat ini tidak diketahui kebenaran dari susunan nama menteri dan wakilnya yang beredar tersebut.



Sebelumnya beberapa kali beredar susunan nama menteri kabinet Prabowo-Gibran, namun itu semua dibantah oleh kubu Prabowo-Gibran.



Beredar Susunan Kabinet Prabowo-Gibran di Media Sosial


Inilah susunan menteri transisi di Kabinet Prabowo-Gibran yang beredar di media sosial:


Susunan Kabinet Pemerintahan Prabowo -Gibran Periode 2024-2029


Menko Bidang Perekonomian: Dr. Airlangga Hartarto


Menko Bidang Pangan, Gizi & Pembangunan Manusia: Erick Thohir



Menko Bidang Energi, Investasi dan Lingkungan Hidup: Dr.(HC) Ir. Hatta Rajasa


Menko Bidang Politik,Hukum dan Keamanan: Jend. Pol (Purn) Prof. Drs. H. M. Tito Karnavian, PA, MA, Ph.D


Menteri Pertahanan: Letjen TNI (Purn) Syafrie Samsudin


Wakil Menteri Pertahanan: Letjen TNI (Purn) M. Herindra


Menteri Sekretaris Negara: Ahmad Muzani, S.Sos.


Wakil Menteri Sekretaris Negara: Dr. Nezar Patria


Menteri Sekretaris Kabinet: Rosan Roeslani


Menteri Dalam Negeri: Prof. Sufmi Dasco


Menteri Luar Negeri: Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc


Wakil Menteri Luar Negeri: Teuku Riefki Marsya


Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif: Joko Santoso


Wakil Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif: Helmi Yahya


Menteri Agama: Yaqut Cholil


Wakil Menteri Agama: Prof. Asep Saepudin Jahar.


Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Prof.Dr.Yusril Mahendra


Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Dr. Hotman Paris Hutapea


Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Teknologi: Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si.


Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Teknologi: Dr. Ace Hasan Syadely


Menteri Kesehatan dan Badan Gizi: Dr.Terawan


Wakil Menteri Kesehatan dan Badan Gizi: Dr.Benny Oktavianus


Menteri Sosial, Kesejahteraan, Perempuan dan Anak: Rahayu Saraswati


Wakil Menteri Sosial, Kesejahteraan, Perempuan dan Anak: Grace Natalie


Menteri Riset & Kepala BRIN: Prof. Dr. Jend. TNI ( Purn) Dudung Abdurachman


Menteri Ketenagakerjaan: Dr. H. Ahmad doli Kurnia Tanjung, S.Si, M.T.


Wakil Menteri Ketenagakerjaan: Dr. Agus Jabo


Menteri Perindustrian: Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita


Wakil Menteri Perindustrian: Haris Rusly Moti


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Ir. Rauf Purnama


Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Prof.Dr.Oki Muraza


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: M.Ridwan Kamil


Menteri Perhubungan: Dr. HC. Iqnatius Jonan SE, MA.


Menteri Keuangan dan Kepala Bapenas: Sri Mulyani Indrawati, SE, M.Sc, Ph.D


Wakil Menteri Keuangan dan Kepala Bapenas: Kartika Wirjoatmodjo


Menteri Investasi: Bahlil Lahadalia


Menteri Komunikasi, Informatika & Digital: Budi Arie Setiadi


Wakil Menteri Komunikasi, Imformatika & Digital: Drs. Kaylani, SH. MH.


Menteri Perdagangan: Dr. Zulkifli Hasan


Menteri Pertanian: Andi Amran Sulaiman


Menteri Lingkungan Hidup: Budisatrio Djiwandono


Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi: Mayjen TNI ( Purn) Bambang Eko S


Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi: Habiburokhman


Menteri Desa, Daerah Tertinggal & Transmigrasi: Dr. Budiman Sudjatmiko


Wakil Menteri Desa, Daerah Tertinggal & Transmigrasi: Drs. Firdaus, M.Si.


Menteri Tata Ruang, BPN & Kehutanan: Agus Harimurti Yudhoyono


Wakil Menteri Tata Ruang, BPN dan Kehutanan: Raja Juli Antoni


Menteri BUMN: Ir.Sakti Wahyu Trenggono


Wakil Menteri BUMN: T.Helmi


Menteri Kelautan dan Perikanan: TB Heru Rahayu


Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan: M. Riza Damanik


Menteri Pemuda & Olahraga: Dito Ariotedjo


Wakil Menteri Muda Pemuda & Olahraga: Arief Rosyid Hasan


Menteri Koperasi, UMKM & Pasar Tradisional: Maruarar Sirait


Wakil Menteri Koperasi, UMKM & Pasar Tradisional: Sudaryono


Menteri Sekretaris Pengendalian Pembangunan: Roberto Lumbun Gaol


Kepala BIN: Letjen. (TNI) I. Nyoman Cantiyasa


Kepala Badan Pangan Nasional: Arief Prasetyo Adi


Kepala Badan Gizi Nasional: Prof. Dadan Mindayana


Kepala Badan Penerimaan Negara: Prof.Dr.Bambang Brodjonegoro


Kepala Staf Kepresidenan: Nusron Wahid



Terkait susunan kabinet Prabowo-Gibran yang berdedar di media sosial ini, belum ada keterangan dari pihak Prabowo-Gibran maupun dari TKN Prabowo-Gibran.



Marak Beredar Susunan Kabinet Prabowo-Gibran, Dasco Gerindra Angkat Bicara: Tidak Ada yang Benar


Ketua Koordinator Strategis Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara terkait marak beredar susunan Kabinet Prabowo-Gibran di media sosial.


Dasco menegaskan bahwa tidak ada satupun versi susunan Kabinet yang beredar di media sosial yang valid.


"Kami konfirmasi bahwa tidak ada satupun versi yang benar. Karena apa? karena penyusunan kabinet prosesnya belum dimulai," tegas Dasco, Minggu (28/4/2024).


Ketua Harian Partai Gerindra itu menuturkan, masyarakat luas terutama pendukung Prabowo-Gibran agar tidak merasa bingung bahwa akhir-akhir ini banyak sekali beredar susunan kabinet dengan berbagai macam versi.


Dasco menuturkan komunikasi-komunikasi terkait penyusunan Kabinet Prabowo-Gibran masih dilakukan.


"Pak Prabowo masih melihat portofolio yang ada, kemudian masih melakukan pengkajian kementerian-kementerian yang ada dan sehingga terlalu dini rasanya susunan kabinet itu sudah keluar," tuturnya.



Ia menilai, beredarnya susunan Kabinet di media sosial dipandang sebagai sebuah aspirasi. Namun sekali lagi ia menegaskan bahwa susunan Kabinet tersebut tidak benar dan belum pernah dikeluarkan oleh tim Prabowo-Gibran.


"Sehingga kami minta masyarakat untuk tidak bingung karena ini banyak yang bertanya dan WA apakah versi ini yang mana yang benar," ujarnya.


"Bahwa semuanya itu adalah mungkin aspirasi tapi bukan dikeluarkan resmi oleh Pak Prabowo dan timnya," tegasnya.


Kabinet Prabowo-Gibran Diprediksi akan Didominasi Orang Partai


Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai Kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berpeluang besar akan didominasi oleh orang-orang partai daripada dari kalangan profesional (non partai).


Jamil mengatakan, hal itu terjadi karena Kabinet Prabowo-Gibran akan didukung koalisi gemuk. Di antaranya Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PKB, Nasdem, dan beberapa partai lainnya yang tidak masuk Senayan.


"Semua partai itu tentu akan diakomodir untuk masuk ke kabinet Prabowo-Gibran," kata Jamil, saat dihubungi Tribunnews.com, pada Jumat (26/4/2024).


"Sebagian kecil sisanya akan diambil dari kalangan profesional," sambungnya.


Menurut Jamil, mereka yang diambil dari kalangan profesional dan non partai ini berasal dari sosok yang punya kapasitas mumpuni, sehingga peluang berhasil memimpin di kementerian sangat terbuka.


Biasanya menduduki bidang perekonomian, khususnya keuangan.


Lebih lanjut, Jamil menilai, banyaknya partai pendukung akan berpengaruh pada partai oposisi. Terutama DPR RI yang akan dikuasai partai pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.


"Partai oposisi akan terulang saat Jokowi berkuasa di mana kekuatannya akan sangat lemah. Jadi, DPR RI akan dikuasai partai pendukung pemerintah (Prabowo-Gibran). Sebab, mereka akan menguasai kursi di DPR RI," ucapnya.


Dengan demikian, ia menilai, partai oposisi di DPR akan sangat lemah. Kelompok ini tidak akan berdaya berhadapan dengan partai pendukung pemerintah.


"Jadi, DPR RI berpeluang besar kembali menjadi lembaga stempel pemerintah. DPR hanya mengaminkan kehendak pemerintah," ujar Jamil.


Hal itu, menurutnya, akan memperlemah check and balances sekaligus memperlemah demokrasi di Indonesia.


"Situasi ini tentu akan menghawatirkan bagi siapa pun pecinta demokrasi di Tanah Air," ungkapnya.


Prabowo-Gibran Mulai Susun Kabinet

Bergabungnya rival politik, dipastikan akan berdampak pada penyusunan kabinet Prabowo-Gibran yang akan dipakainya selama periode 2024-2029.


Kabinet dan susunan menteri ini kini masih menjadi PR bagi Prabowo dan Gibran.


Prabowo dan Gibran tinggal menunggu pelantikannya yang dijadwalkan pada 20 Oktober mendatang.


Terkait siapa saja yang akan dijadikan menteri oleh Prabowo-Gibran, masih tanda tanya.


Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming mulai menyusun kabinet.


Dia mengatakan Prabowo dan Gibran sedang mengutak-atik susunan menteri yang akan membantunya di pemerintahan mereka.


"Sudah diutak-atik, sudah dirancang," kata Muzani di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Kamis, (25/4/2024).


Muzani mengatakan menteri yang dipilih akan disesuaikan dengan kebutuhan pemerintahan yang akan datang.


Dia bilang kebutuhan pemerintahan yang akan datang amat bergantung pada perencanaan program kerja yang akan dijalankan Prabowo-Gibran.


"Sehingga itu sedang di-breakdown oleh presiden terpilih Prabowo Subianto dan wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka," ujar Muzani.



Penyusunan kabinet tersebut dilakukan setelah Prabowo dan Gibran ditetapkan menjadi presiden dan wakil presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu, (24/4/2024).


Di sisi lain, Prabowo sebagai presiden nantinya memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa saja pembantunya di kabinet.


Prabowo Subianto Merangkul Rival Politiknya


Prabowo Subianto tengah berupaya merangkul rival politiknya untuk bergabung dengan pemerintahannya lima tahun ke depan, periode 2024-2029.


Sejak awal pemilu, ada 9 partai yang mengusung Prabowo-Gibran.


Sembilan partai itu adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PBB, PSI, Prima, Partai Gelora, dan Partai Garuda.


Terbaru, setelah MK dan KPU RI ditetapkannya sebagai presiden terpilih, Prabowo berkunjung ke kantor DPP PKB di Jakarta Pusat.


Di situ, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyatakan PKB mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.


“Saya rasa sudah tidak perlu dijawab, sudah cetho (jelas mendukung Prabowo-Gibran),” ujar Muhaimin kepada awak media di Kantor DPP PKB, Senen, Jakarta, Kamis (25/4/2024) malam.


Secara terpisah, Partai Nasdem juga sudah mendeklarasikan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.


Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh seusai bertemu Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2024) sore.


Sementara itu, PKS menjadi satu-satunya parpol pengusung Anies Baswedan dan Muhaimin dalam Pilpres 2024 yang belum menentukan sikap politiknya ke depan.


Syarat jadi menteri di kabinet Prabowo-Gibran


Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menjelaskan syarat untuk menjadi calon menteri yang duduk di pemerintahan presiden-wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.


“Syarat untuk bisa menjadi menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran adalah mereka orang yang mengetahui, memahami dan menyetujui program presiden baik yang dikampanyekan ataupun yang dibicarakan dalam debat presiden dan wakil presiden,” kata Muzani di gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/4/2024).


Kata Muzani, memahami dan menyetujui program Prabowo-Gibran adalah sebuah keharusan bagi para calon menteri. “Dia akan melaksanakan program kerja dari kebijakan presiden, bukan kebijakan menteri. Kebijakan menteri sebagai elaborasi atau penterjemahan dari kebijakan presiden,” tutur Muzani.


Sumber: Tribunnews

SEBELUMNYA

Komentar

Artikel Terkait

Terkini