Joe Biden Tuding Donald Trump Mantap-mantap dengan Bintang P*rno: Kayak Kucing Liar

Friday, 28 June 2024
Joe Biden Tuding Donald Trump Mantap-mantap dengan Bintang P*rno: Kayak Kucing Liar
Joe Biden Tuding Donald Trump Mantap-mantap dengan Bintang P*rno: Kayak Kucing Liar


BERITASEBELAS.COM -
Presiden AS Joe Biden menuding mantan presiden Donald Trump tak bermoral dalam debat perdana Pemilu AS di studio CNN, Atlanta, Georgia, Kamis (27/6) malam waktu setempat.

Dalam debat tersebut, Biden membeberkan sejumlah tuduhan terkait kehidupan pribadi Trump.


Pertama, Biden merujuk pada kasus pengadilan yang menyatakan Trump bersalah karena memalsukan dokumen untuk menyembunyikan pembayaran sebesar USD 130 ribu kepada bintang porno Stormy Daniels, jelang pemilu 2016. 


Biden menuding hal tersebut merupakan uang tutup mulut untuk membungkam Daniels tentang perselingkuhan mereka pada tahun 2006 lalu.


"Berapa miliar dolar yang harus Anda tanggung sebagai hukuman perdata karena menganiaya seorang wanita di depan umum, karena melakukan berbagai macam hal, karena berhubungan seks dengan bintang porno, padahal saat itu istri Anda sedang hamil. Apa yang Anda lakukan?" kata Biden.


"Anda mempunyai moral seperti seekor kucing liar," tambahnya.


Trump kemudian membantah tuduhan tersebut.


"Pertama, saya tak berhubungan seks dengan bintang porno. Kedua, kasus itu terjadi karena mereka memindahkan pejabat tinggi Departemen Kehakiman ke kantor Kejaksaan Manhattan. Kasus itu diajukan banding dan menang," jawab Trump.


Trump menjadi presiden AS pertama yang divonis bersalah atas dakwaan pidana, terkait pemalsuan dokumen untuk menyuap bintang porno, Stormy Daniels.


Kasus yang membuat Trump terancam hukuman penjara selama empat tahun itu bermula dengan hubungan terlarangnya dengan Daniels.


Lewat acara talkshow Jimmy Kimmel, Daniels mengungkap apa yang terjadi antara dirinya dengan Trump.


"Itu kotor (perbuatan Trump). Saya tahu banyak soal hal kotor, tapi bahkan saya pun tak akan melakukannya,” kata Daniels, saat dimintai komentarnya soal perbuatan Trump terhadap dirinya yang berujung kasus penyuapan.


Dikutip dari New York Times, cerita bermula pada 2006 ketika Daniels bertemu Trump di sebuah turnamen golf. Trump kala itu bergelut di dunia bisnis dan hiburan, belum masuk dunia politik.


Daniels diajak Trump ke kamarnya dan mereka bicara soal program televisi The Apprentice. Setelah itu, Daniels bertemu lagi dengan Trump di Hotel Beverly Hills dan melakukan aktivitas seks di sana.

Pada 27 Oktober 2016, Pengacara Trump, Michael D Cohen, kemudian membayar Daniels sebesar USD 130 ribu agar tutup mulut lewat sebuah perjanjian kerahasiaan (Non Disclosure Agreement). Cerita ini kemudian terkuak oleh Wall Street Journal.


Dua tahun kemudian, Cohen mengaku memberikan uang kepada Daniels, namun itu bukanlah duit yang berkaitan dengan kampanye. Cohen membayar aktris tersebut dengan duit pribadi.


Pada 6 Maret 2018, Daniels menggugat surat perjanjian kerahasiaan yang ditandatanganinya tahun 2016 lalu. Alasannya, di surat itu tak ada tanda tangan Trump. Setahun kemudian, Cohen menggugat Organisasi Trump. Aksi itu dilakukan karena organisasi itu menolak mengganti biaya hukum yang terkait Trump.


Bulan April 2024 persidangan terhadap Trump atas kasus pemalsuan dokumen untuk menyuap Daniels dimulai pada April. Pemalsuan itu ditujukan demi menutupi aksi penyuapan yang dilakukan Trump jelang Pemilu 2016 lalu yang kemudian dimenanginya.


Lewat sidang digelar pada Kamis (30/5), Trump terbukti bersalah terhadap 34 dakwaan pidana. Trump terancam empat tahun penjara.


Meski demikian, Trump mengajukan banding. Trump juga diizinkan untuk mengajukan sidang pra-hukuman. Jika semua proses hukum sudah dilalui Trump akan memulai menjalani masa hukuman pada 11 Juli 2024.


Sumber: kumparan

BERIKUTNYA

SEBELUMNYA

Komentar

Artikel Terkait

Terkini