Mengenal Golongan Darah Baru Er, Karakteristik dan Fakta Menarik Dibaliknya

Friday, 2 February 2024
Mengenal Golongan Darah Baru Er, Karakteristik dan Fakta Menarik Dibaliknya
Mengenal Golongan Darah Baru Er, Karakteristik dan Fakta Menarik Dibaliknya

beritasebelas.com - Belakangan ini, penemuan sistem golongan darah Er menjadi perbincangan hangat. Golongan darah baru ini berhasil menguak misteri dibalik meninggalnya bayi akibat ketidakcocokan dengan darah ibunya pada tahun 1982.

Meskipun informasi terkait golongan darah Er ini masih relatif minim, terdapat sejarah dan beberapa fakta yang dapat diungkap untuk memahami peran sistem golongan darah langka ini bagi dunia kesehatan.

Penemuan Sistem Golongan Darah Er

Penemuan golongan darah baru Er dimulai dari investigasi kasus pendarahan otak pada seorang bayi di tahun 1982. 

Sebelum hari perkiraan lahir, dokter memiliki dugaan adanya kelainan pada janin sehingga menyarankan agar dilakukan operasi caesar (C-section) sebelum hari perkiraan lahir.

Baca Juga: Manfaat Mengetahui Jenis Golongan Darah

Sayangnya, terjadi pendarahan otak yang serius pada bayi tersebut hingga tidak dapat diselamatkan meski sudah diberikan transfusi darah.

Penelusuran medis menunjukkan adanya antibodi unik di sang ibu, yang setelah diteliti kemudian menunjukkan kondisi yang sangat langka.

Darah sang ibu merupakan tipe darah unik yang menyebabkan ketidakcocokan pada bayi.

Setelah diteliti lebih lanjut, terdapat antigen pemicu terbentuknya respons antibodi pada darah ibu terhadap bayi yang dikandungnya.

Molekul protein antigen tersebut kemudian dinamakan sebagai Er pada tahun 1988.

Sistem golongan darah Er menjadi sistem ke-44 yang dapat digunakan untuk identifikasi karakteristik sel darah merah individu.

Baca Juga: Fakta Golongan Darah Tipe P yang Sangat Langka, Benarkah Paling Kuat Menangkal Penyakit

Karakteristik Golongan Darah Er

Sistem golongan darah Er ditandai dengan molekul protein pada permukaan sel darah merah.

Protein tersebut merupakan antigen yang berperan dalam pengenalan zat-zat, termasuk memicu respons imun tubuh.

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suratdokter.com

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler