Resedivis Kasus Pembunuhan Ditangkap Kasus Kepemilikan Senpira

0
33
Dudi

beritasebelas.com,Palembang – Samsuri (42) untuk yang ketiga kalinya mendekam di penjara. Kali ini ia ditangkap anggota Unit I Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel dalam kasus kepemilikan senjata api rakitan jenis revolver Kamis (12/3).

Warga Sukakarya, Lorong Kayu Lulus Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami ini juga ditembak kakinya karena melawan saat akan ditangkap.

Dihadapan polisi Samsuri mengaku Senpira tersebut milik almarhum kakaknya yang sudah berada ditangannya selama kurang lebih lima tahun. Karena tidak punya uang Senpira tersebut ingin dijualnya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Pistol itu memang nak ku jual. Ternyata yang nak belinya anggota polisi, rencana nak di jual seharga Rp 2.5 juta. Untuk menghidupkan anak istri dan bayar hutang kepada teman saya jadi di jual saja senjata tersebut,”katanya Kamis (12/3) sore.

Diakui Samsuri senjata itu milik almarhum kakaknya yang sudah hampir lima tahun lebih berada ditangannya. Senjata itu juga sudah pernah di pakai untuk jaga di kafe dikawasan teratai putih. Pernah di letuskan pada saat itu ada keributan tapi hanya menembak keatas.

“Ini penjara yang ketiga kali kasus pertama pembunuhan pada 1994 di penjara 7 tahun terus kedua kasus yang sama pada 2017 hanya di penjara 1 tahun kemudian dengan ini jadi tiga,” katanya.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan, pelaku diamankan ini dalam kasus kepemilikan senjata api rakitan jenis Revolver ilegal. Pelaku ditangkap saat akan menjual senjata tersebut kepada anggota. Namun saat akan ditangkap pelaku berusah melawan anggota dengan menusuk anggota karena sudah membahayakan anggota polisi sehingga diberikan tindakan tegas .

“Pelaku mengaku bahwa senjata tersebut diberi oleh alm kakaknya, dan sudah pernah pelaku pakai untuk menjaga keamanan di sebuah kafe berada di teratai putih. Pelaku ini juga merupakan resedivis kasus pembunuh pada tahun 1994 dan 2017 dan sudah menjalani hukuman,” katanya.

print