Sawah Terancam Kering, Warga Gotong Royong Perbaiki Irigasi Jebol

0
37
[Suasana gotong royong warga memperbaiki irigasi jebol – foto A Yudiansyah beritasebelas]

A Yudiansyah

beritasebelas.com,Pagaralam – Rusaknya saluran irigasi di Desa Keban Agung Kelurahan Ulu Rurah Kecamatan Pagaralam Selatan Kota Pagaralam, membuat masyarakat langsung berinisiatif melakukan gotong royong memperbaiki aliran irigasi persawahan dan perikanan yang jebol tergerus oleh air.

Ketua RW 02 Desa Keban Agung, Kelurahan Ulu Rurah, Kecamatan Pagaralam Selatan Arsin mengatakan, pihaknya merasa sangat prihatin dengan kondisi irigasi saat ini yang jebol akibat tergerus air tersebut.

“Kami sudah hampir tiga tahun kesulitan air untuk persawahan ini, bahkan tidak hanya lahan persawahan yang kekeringan akibat irigasi jebol, lahan perikanan masyarakat dan aktifitas masyarakat pun juga terganggu,” paparnya, Kamis 18 Juli 2019.

Dijelaskan Asrin, aliran air tersebut, selain digunakan untuk mengairi sawah dan perikanan, juga digunakan masyarakat untuk mandi dan mencuci setiap harinya.

“Kami sudah pernah beberapa kali mengusulkan proposal perbaikan kepada pihak Pemerintah Kota Pagaralam, namun sampai hari ini pihak terkait Dinas Pekerjaan Umum (PU) atau Dinas Penangulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) tidak pernah memberikan perhatian atau meninjau ke lokasi,” keluhnya.

Asrin berharap, agar hal ini bisa cepat ditindak lanjuti dan menjadi konsen dan skala prioritas bagi pihak pemerintah.

“Aliran irigasi ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat kami, sehingga kami tidak kesulitan air untuk persawahan serta lahan perikanan masyarakat dan aktifitas masyarakatpun juga tidak terganggu nantinya,” pintanya.

Sedangkan staf Kelurahan Ulu Rurah Ahmad Lubis yang sempat ditemui di kantornya, juga membenarkan perihal usulan warga tersebut.

“Kami sudah mengupayakan melalui Musrembang kecamatan, tetapi pihaknya tidak tahu menggapa hingga saat ini belum juga mendapat perbaikan,” ucapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pagaralam H Hariadi Razak melaui Kabid Pengairan Haspir Yuda saat dimintai keterangan di ruang kerjanya mengatakan, seluruh pembangunan tergantung dari dananya.

“Jadi kalau dana APBD kita mencukupi dan memang proposal dari masyarakat untuk masuk ke Musrembang, Kita bisa usahakan masukan untuk anggaran belanja tambahan (ABT) tahun ini,” pungkasnya.

print