Sekelumit Cerita Cintami, Penderita Kanker Tulang Yang Butuh Uluran Tangan

0
103

[Kondisi Cintami saat dibawa ker RS Noer Hasmir (DKT) Baturaja – foto : Ist]

Bagus

beritasebelas.com, Baturaja – Tidak ada kasur atau pun ranjang, yang ada hanyalah kursi roda dan satu buah kursi plastik tempat  Cintani (16), warga Desa Bunglai, Kecamatan Kedaton Perninjauan Raya bersandar, Rumah Sakit Noer Hasmir (DKT) bukan tidak menyediakan tempat tidur. Namun kondisi Cintami tidak bisa lagi tidur layaknya kebanyakan orang sakit.

Cintami remaja duduk dikelas 1 SMA ini, harus menahan rasa sakit dibagian kaki kanannya. Ia didiagnosa oleh dokter terkena kangker tulang. Penyakit kanker tulang memaksa Cintami untuk berhenti sekolah terbilang cepat. Bayangkan saja hanya dalam waktu 8 bulan kaki kanan Cintami sudah membengkak sebesar kepala orang dewasa bahkan lebih.

Hal tersebut membuat Cintami tidak bisa bergerak sedikit pun, jika ada pergerakan ditubuhnya, maka rasa sakit akan dialaminya, pun juga termasuk kakinya jika dielus. Penyakit yang merenggut masa muda Cintami berawal dari rasa sakit diderita Cintami 8 bulan lalu. Dimana saat itu Cintami sering mengeluh sakit kepada Neneknya.

Cintami memang dibesarkan oleh Neneknya setelah kedua orang tuanya memutuskan untuk berpisah. Hanya dengan sang Nenek Cintami bisa bercerita.

”Dia (Cintami) sering mengeluhkan kakinya yang sakit, namun saya fikir itu hanya kecapean atau pegal. Namun setelah beberapa bulan, Cintami keliatannya tidak sanggup menahan rasa sakitnya, bahkan pernah jatuh pingsan gara-gara kesakitan,” kata Nenek Cintami

Sakit Cintami tak kunjung hilang, bahkan kakinya mengalami pembengkakan yang hebat. Hal tersebut membuat Cintami harus meninggalkan sekolahnya dan hanya berdiam diri saja dirumah sembari diobati dengan pengobatan ala kadarnya

Puncaknya, Selasa 11 Juni 2019, Cintami tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya, kemudian bengkak kakinya sudah sangat besar yang akhirnya sang nenek membawa Cintami ke Puskesmas terdekat. Pihak Puskesmas akhirnya merujuk Cintami ke rumah sakit lantaran peralatan medis di Puskesmas tersebut tidak lengkap.

Namun bukannya mendapat ketenangan, kini Cintami dan neneknya malah bingung bagaimana cara membayar rumah sakit dan biaya selama dirumah sakit. Cintami dan neneknya bukan tergolong orang yang mampu, untuk makan saja sudah susah apalagi untuk melakukan pengobatan.

Tergugah dengan kondisi Cintami, Wakil Ketua DPRD OKU, Dra Hj Indrawati bersama anggota DPRD OKU, Yopi Sahrudin S Sos, sekitar pukul 16.30 Wib, usai mengikuti rapat paripurna di DPRD OKU, langsung membesuk Cintami di RS DKT DR Noesmir Baturaja.

Diruang Kemuning, tempat Cintani dirawat inap, Hj Indrawati dan Yopi Sahrudin tidak dapat menyembunyikan kesedihannya melihat kondisi Cintami yang terbaring lemah duduk di kursi roda untuk menopang kakinya. Berulang kali Cintani mengeluhkan kesakitan di bagian kaki kanannya.

Layaknya perawat kesehatan, Hj Indrawati membantu Cintami untuk membetulkan letak selang infus yang melilit leher Cintami.

“Tetap semangat. Selalu berikhtiar ya, nak,” ucap Hj Indrawati.

Hj Indrawati memberikan semangat kepada Cintami untuk tetap semangat dan jangan putus asa.

“Selalu berdoa kepada Allah SWT. Karena, hanya Allah SWT lah sumber kesembuhan,” timpal Hj Indrawati.

Sedangkan, Camat Kedaton Peninjauan Raya, Novri Zaldy SSTP  saat mendampingi keluarga besar Cintami di RS DKT DR Noesmir, mengungkapkan, bahwa pihaknya telah melaporkan kepada Bupati OKU.

“Atas perintah Pak Bupati, kami langsung rujuk ke sini (RS DKT DR Noesmir). Insya Allah, kalau tidak hari ini (kemarin) mungkin besok (hari ini) Cintami di rujuk ke Palembang,” timpal Novri.

Ada sedikit bocoran tentang penyakit Cintami, ternyata kanker tulang yang dideritanya sudah menjalar ke pangkal paha, yang membuat Cintami harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Palembang. Kini Cintami dan Nenek membutuhkan uluran tangan.

print