Staf Gelar Pesta Sebelum Pemakaman Pangeran Philip, Kantor PM Inggris Minta Maaf

  • Bagikan

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Foto: AFP/Pool/Stefan Rosseau

Pemerintah Inggris meminta maaf kepada Ratu Elizabeth II setelah staf PM Boris Johnson terungkap melanggar pembatasan kegiatan di tengah pandemi COVID-19 dengan menggelar pesta sebelum pemakaman Pangeran Philip.

“Sangat disayangkan hal ini terjadi saat berkabung nasional dan Nomor 10 (Downing Street) telah meminta maaf kepada Istana,” kata juru bicara Johnson kepada wartawan, dikutip dari AFP, Jumat (14/1).

Pesan kepada kepala negara berusia 95 tahun itu diyakini telah diberikan secara resmi lewat sambungan telepon dan tidak dikirim secara personal oleh Johnson, yang saat ini berada dalam tekanan dan didesak untuk mundur atas rangkaian tuduhan serupa.

Johnson juga berusaha menenangkan kemarahan publik dan politik, meminta maaf di parlemen minggu ini karena menghadiri salah satu pertemuan pada Mei 2020. Namun, dia tetap bersikeras pertemuan itu adalah acara kerja.

Meski Johnson tidak berada dalam dua pesta di Downing Street hampir setahun setelahnya, tepatnya pada 16 April 2021, ketika Ratu mempersiapkan menguburkan suaminya selama 73 tahun, kejadian itu membawa skandal ke level baru, mengurangi otoritas Johnson.

Pangeran Philip. Foto: Adrian Dennis/Pool via REUTERS

Pemakaman Pangeran Philip di Windsor Castle dibatasi hanya untuk 30 tahun karena aturan pembatasan COVID-19. Aturan itu juga memaksa Ratu untuk duduk sendirian di bangku gereja untuk berkabung.

Sejumlah staf Johnson dengan jumlah yang serupa menggelar pesta minuman keras terpisah hanya beberapa jam sebelumnya, dengan musik, tarian dan alkohol yang diduga dibeli di supermarket dan diselundupkan ke Downing Street dalam sebuah koper.

Johnson, yang saat ini tengah menjalani isolasi karena anggota keluarga dekatnya tertular virus corona, berada di kediaman resmi negaranya pada saat itu.

Juru bicara Johnson menolak untuk mengatakan apakah Johnson tahu tentang pesta tersebut, bersikeras penyelidikan internal harus menetapkan semua fakta di sekitar berbagai klaim “partygate”.

Mereka juga memasukkan laporan baru di The Daily Telegraph yang mengatakan bahwa mantan Kepala Satgas COVID-19 Kantor Kabinet, Kate Josephs, menggelar pesta pada 17 Desember. Josephs telah menyampaikan permintaan maaf dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, Boris Johnson mengakui menggelar pesta di kediaman resminya saat Inggris tengah lockdown.

Pengakuan itu membuat desakan terhadap Johnson agar meletakkan jabatan semakin deras datang. Bahkan warga dan oposisi Inggris mengaku geram dengan tindakan sang Kepala Pemerintahan.

Atas kesalahannya menggelar pesta di tengah lockdown Johnson menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada warga Inggris.

Artikel Asli

Sumber: kumparan.com

  • Bagikan