Sultan Berharap Kasus Corona di DIY Tetap Melandai

  • Bagikan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X) berharap kasus corona di DIY bisa terus melandai. Dia tak ingin terjadi lonjakan kasus corona seperti di pertengahan tahun lalu.

“Harapan saya ya semoga tetap seperti ini ya. Karena yang baru-baru ini biarpun ada relatif OTG,” kata Sultan di Kepatihan Pemda DIY, Jumat (14/1).

Dari data Pemda DIY, kasus aktif corona per 13 Januari lalu berada di angka 104. Dari jumlah tersebut mayoritas menjalani isolasi di rumah. Sementara untuk pasien yang berada di bed kritikal berjumlah 7 dan yang di non kritikal sekitar 16 pasien.

“Iya kita dapat report itu tadi sudah saya lihat yang hasil kemarin. Itu sekarang di rumah sakit ICU 7 (pasien). Non kritikal hanya 16 (pasien). Jumlahnya hanya 23 kan begitu,” katanya.

Sultan menjelaskan, dinamika kasus corona di DIY cepat melandai karena penularan yang terjadi dalam lingkup kecil seperti keluarga. Sehingga penanganan jauh lebih mudah.

“Dengan kondisi ini saya harap dimaintance tidak ada kondisi yang sangat fluktuatif seperti yang di Delta maupun sebelumnya,” katanya.

Sementara soal varian Omicron, Sultan belum mengetahui apakah varian tersebut sudah masuk Yogyakarta atau belum. Menurutnya, hal itu baru bisa diketahui setelah dilakukan pengecekan sampel di laboratorium.

“Saya kira saya ndak tahu persis apakah sudah masuk ke Jogja. Tapi saya tidak bisa, kita tidak bisa membedakan. Yang bisa membedakan kan di lab,” katanya.

Sebelumnya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pun turut mengecek sampel dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mengetahui adakah penyebaran omicron di provinsi yang berada di selatan Jawa.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan ada 8 sampel dari Kabupaten Kulon Progo yang tengah diuji WGS. Sampai hari ini hasilnya belum keluar.

“Baru masuk kan 3 hari kalau tidak keliru ya. Belum keluar. Nanti kalau keluar pasti Ngarso Dalem (Sultan) yang ngasih statement. Beneran belum keluar,” kata Pembajun di JEC, Kamis (13/1).

Pembajun menjelaskan hasil WGS ini akan keluar setelah 2 minggu. Selain itu, turut dikirim 7 sampel dari Kota Yogyakarta untuk diuji WGS.

Menurut Pembajun, sampel di Kulon Progo dirasa perlu dicek karena penyebarannya cenderung cepat.

“CT di bawah 30 kemudian kan dalam satu keluarga banyak yang positif. Kemarin itu dari 11 (sampel Kulon Progo) kalau nggak keliru, 8 yang dikirim,” katanya

Artikel Asli

Sumber: kumparan.com

  • Bagikan