Ternyata Sudah 2 Kali Gempa Kuat Guncang Banten Selang 30 Menit, Begini Penjelasan BMKG

  • Bagikan

BERITASEBELAS.COM, JAKARTA — Dalam selang waktu 30 menit telah terjadi dua kali gempa kuat mengguncang Sumur, Pandeglang, Banten. Gempa pertama magnitude 6,7 dan gempa kedua magnitude 5,7 SR.

Gempa Sumur Banten pertama terjadi pada Jumat (14/1/2022) sekitar pukul 16.05 WIB dengan magnitudo 6,7 SR.

BMKG melaporkan terjadi gempa susulan atau gempa kedua berkekuatan 5,7 magnitudo (M), Jumat (14/1/2022) pukul 16.49 WIB.

Gempa susulan tersebut berada di kedalaman 10 kilometer dengan titik koordinat gempa berada di 7,03 lintang selatan dan 105,25 bujur timur.

Titik gempa berada di 54 kilometer barat daya Sumur-Banten.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi pertama memiliki parameter update dengan magnitudo M6,6. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,21° LS, 105,05 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Barat Daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten dengan kedalaman 40 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi,” jelas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya, Jumat (14/1/2022).

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” katanya lagi.

Menurutnya guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Cikeusik dan Panimbang, VI MMI (getaran dirasakan oleh semua penduduk.

Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar), Labuan dan Sumur, IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Tangerang Selatan, Lembang, Kota Bogor, Pelabuhan Ratu, Kalianda, Bandar Lampung.

Disusul III – IV MMI yakni bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, Anyer III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu), Jakarta, Kota Tangerang, Ciracas, Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Kotabumi.

Selanjutnya II – III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ucap Bambang lagi.

Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan di Kecamatan Munjul dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Sementara itu, gempa bersumber dari 52 km Barat Daya Sumur, Pandeglang, Banten, turut dirasakan di di Gedung DPR/MPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Imbas digoyang gempa, pegawai hingga wartawan yang sedang meliput di DPR RI berhamburan ke luar gedung DPR RI, tepatnya dari Gedung Nusantara III.

Sempat terjadi kepanikan sedikit dari orang-orang yang ke luar gedung DPR RI. Mereka berhamburan ke luar gedung parlemen.

“Gempa, gempa,” ujar salah seorang yang belakangan diketahui adalah pegawai DPR RI.

“Goyang ya berasa, puyeng,” kata Pegawai lainnya yang juga ke luar dari gedung Nusantara III. (ral/rmol/pojoksatu)

Artikel Asli

Sumber: pojoksatu.id

  • Bagikan