Tracing ke 1.026 Warga Krukut: 67 Positif Corona, 1 Orang Kena Omicron

  • Bagikan

Sejumlah warga menunggu untuk menjalani tes usap COVID-19 massal di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (10/1/2022). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto

Sekitar 1.026 warga RW 02 Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, telah menjalani tes PCR karena ditemukan kasus corona. Hasilnya, diketahui 67 warga positif COVID-19.

“Terakhir kita tracing sampai 1.026 orang, yang terindikasi sekitar 67 orang [positif], semua itu 45 [orang] kita bawa ke Wisma Atlet, 20 [orang] isoman di rumah dan kita lakukan treatment hari ini,” kata Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko, di sela kunjungan Kapolda Metro Jaya di RW 02 Krukut, Jumat (14/1).

Yani mengungkapkan, alasan 20 warganya yang positif corona menjalani isolasi mandiri karena mereka masih menunggu persetujuan dari RSDC Wisma Atlet untuk menjalani isolasi terpusat di sana.

Petugas kesehatan melakukan tes usap COVID-19 kepada seorang warga saat tes massal di Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (10/1/2022). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto

“Yang 20 orang ini masih persetujuan dari Wisma Atlet, mungkin sore ini kita masih menunggu informasi dari Wisma Atlet,” ungkapnya.

Untuk itu, Yani mengimbau kepada warga RW 02 yang masih menjalani micro lockdown untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar tidak ditemukan kasus positif di wilayahnya.

“Harus bahu membahu agar kita semua lakukan protokol kesehatan dengan pendekatan 5 M. Selain itu, kami juga berikan vitamin ya agar imunitas warga tetap terjaga dan seluruh kegiatan aktivitas disini termasuk pasar kita tutup sementra,” pungkasnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran tinjau langsung lockdown RW 02 Krukut, Jakarta Barat, Kamis (14/1). Foto: Dok. Istimewa

4 RT di RW 02 Krukut terpaksa di lockdown karena kasus corona. Bahkan ada dugaan terjangkit omicron.

Dari 14 orang yang suspek, sudah dikonfirmasi satu orang yang positif omicron. Karena itu, proses tracing dilakukan dengan cepat dan lockdwon diterapkan agar penyebaran tak semakin luas.

Artikel Asli

Sumber: kumparan.com

  • Bagikan