Ucok, Jadi Kunci Prestasi Sriwijaya di Pramusim

0
96

[Manajer Tim Sriwijaya FC Ucok Hidayat bersama pemain dan oficial Tim Sriwijaya FC – foto Anugrah beritasebelas]

Anugrah

beritasebelas.com,Palembang – Sriwijaya FC melakukan sejumlah pembenahan serius pada musim ini, mulai dari perombakan skuat tim hingga 80 persen hingga perbaikan manajemen tim. Hasilnya, tren positif pun mulai memayungi pergerakan Laskar Wong Kito meski baru memulai latihan perdana dengan skuat baru pada 4 Desember 2017.

Adalah sosok Manajer Tim Ucok Hidayat yang dipandang cukup berperan dalam membawa Sriwijaya FC merengkuh hasil positif itu, yakni meraih juara 3 Piala Presiden 2018 dan teranyar meraih gelar juara Piala Gubernur Kalimantan Timur.

“Saya dari awal sudah berkomitmen, jadi saya jalankan bagaimana pun berat dan resikonya,” kata Ucok Hidayat di Palembang, Senin, 5 Maret 2018 menjawab anggapan bahwa sejatinya dirinya sosok dibalik layar yang mengantarkan Sriwijaya FC ke track juara lagi.

Kemenangan pada ajang Piala Gubernur Kalimantan Timur menambah koleksi piala Sriwijaya FC menjadi 22 gelar dan uniknya, Piala PGKT ini untuk kali pertama berhasil diboyong ke Bumi Sriwijaya.

Menurut Ucok, dalam sepak bola tidak bisa hanya terpaku pada hal-hal yang terjadi di lapangan saja, karena sebenarnya faktor non teknis sangat berpengaruh besar untuk menentukan keberhasilan, seperti menu latihan, istirahat, dan gizi pemain.

“Bukan hanya itu saja, situasi dan kondisi tim ini juga harus terus dijaga. Pemain harus bisa bangkit meski  habis menelan kekalahan. Itu sebenarnya inti yang harus saya kerjakan sebagai manajer. Konsekwensinya, saya harus terus mendampingi tim, harus bisa bagi waktu karena saya juga punya kesibukan sebagai birokrat,” kata Ucok.

Terlepas dari berbagai suka maupun duka yang dialaminya selama mendampingi tim sejak menggantikan manajer sebelumnya Narsun Umar dipengujung musim 2017, Ucok pada dasarnya cukup menikmati pekerjaannya ini. Meski pria yang kesehariannya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan ini harus bolak-balik Palembang-Balikpapan untuk mendampingi tim selama dua pekan bertanding di Turnamen Pra Musim Piala Gubernur Kalimantan Timur.

“Saya termotivasi karena apa yang saya lakukan ini sebenarnya bukan untuk saya secara pribadi, tapi sebenarnya untuk rakyat Sumatera Selatan. Jika Sriwijaya bisa juara, semua rakyat Sumsel tentunya bangga,” ujar Ucok.

Ketua Suporter Sriwijaya Mania (S-Man) Sumatera Selatan Eddy Ismail mengatakan dirinya sangat berterima kasih dengan Manajer Tim Ucok Hidayat yang mampu berkolaborasi dengan manajemen klub sehingga bisa membawa Sriwijaya FC ke tracknya sebagai tim juara.

“Kami sejak awal sudah terkesan dengan komitmen Ucok Hidayat sebagai Manajer Tim. Tanpa menunggu lama sejumlah pemain top berhasil didatangkan. Yang jelas tugas belum berakhir, tapi prestasi ini menjadi awal yang baik, semoga saja berlanjut di Liga 1 dan Piala Copa,” kata Edy.

Sriwijaya FC mengalami masa paceklik prestasi sejak tiga tahun terakhir. Prestasi terakhir hanya sebatas juara kedua Piala Presiden edisi tahun 2015. Memasuki musim kompetisi 2018 dilakukan perombakan besar-besar dalam skuat tim karena manajemen klub mengusung target juara Liga 1 dan meraih tiket ke AFC Cup.

Beberapa hal yang patut menjadi catatan musim ini yakni memboyong kembali pelatih berprestasi Rahmad Darmawan dan mendatangkan sejumlah pemain berkualitas seperti Manuchehr Jalilov (pemain AFC 2017), Mohammadou Ndiaye, Makan Konate. Manajemen klub disebut-sebut merogoh kocek hingga Rp20 miliar lebih untuk membuat skuat “The Dream Team”.

print