UINSK Yogya Siap Terima Kembali Pria Penendang Sesajen di Semeru Bila Bertobat

  • Bagikan

Penendang sesajen di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berinisial HF ditangkap polisi di wilayah Kabupaten Bantu. Foto: Dok Polda DIY

Rektor UIN Sunan Kalijaga (SK) Yogyakarta Prof Al Makin tak hanya meminta penendang sesajen di Gunung Semeru dimaafkan dan disetop kasusnya.

Dia, juga membuka peluang pelaku untuk berkuliah kembali ke UIN Sunan Kalijaga asalkan sudah bertobat.

“Ya kecewa pasti kecewa anda semua kecewa, Bangsa Indonesia kecewa. Tapi kekecewaan itu jangan lalu membunuh karakter seseorang. Kalau dia kompeten ingin bertobat, ingin kembali ke Akhlakul Kharimah, ingin bertoleransi ya UIN siap kalau dia lulus ujian kan masuk lagi harus melalui ujian,” kata Al Makin ditemui di kampusnya, Jumat (14/1).

Al Makin menjelaskan, jangankan di UIN di lembaga lain seperti pesantren atau seminari pasti mempunyai beberapa murid yang tidak sesuai harapan.

“Mungkin saya sendiri tidak sempurna anda tidak sempurna. Tapi selalu itu tidak terlalu merugikan dan tidak terlalu besar ya jangan dibesarkan,” katanya.

Menurut Al Makin, bagaimanapun masa depan pelaku tetap harus diselamatkan. Jangan sampai kasus ini justru membunuh karakternya.

“Dia kan punya masa depan ya UIN sangat senang kalau dia kembali ke UIN bertobat, menjadi orang toleran mendaftar UIN lulus ujian kenapa tidak,” katanya.

Pelaku yang bernama Hadfana Firdaus masuk ke UIN Yogya tahun 2008 di jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Namun dia drop out pada tahun 2014.

“Berdasarkan sistem informasi akademik UIN Sunan Kalijaga yang bersangkutan pernah kuliah di kampus kami. Tercatat Sebagai prodi Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah tahun 2008,” katanya.

“Kuliah sampai semester 6. Mulai dari 2011 2012 tidak lagi melakukan pembayaran. Maka sudah dinyatakan drop out pada tahun akademi 2013/2014. Karena tidak melakukan daftar ulang lebih 3 kali. Maka tercatat di sistem akademik kami DO sejak 24 mei 2014,” jelasnya.

Setelah DO dari UIN, Hadfana ini lantas kuliah di kampus lainnya. Dia kemudian kembali mendaftar ke UIN untuk S2 Pendidikan Agama Islam. Namun dia tidak melakukan daftar ulang sehingga tidak masuk sebagai mahasiswa UIN kembali.

“Sesudah DO dari UIN, HF melanjutkan kuliah di kampus lain lalu mendaftar program S2 Pendidikan Agama Islam UIN tetapi tidak mendaftar ulang. Tidak diketahui melanjutkan S1 di mana tapi mendaftar program PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan tetapi tidak mendaftar ulang dalam waktu yang ditentukan,” katanya

“Artinya yang bersangkutan belum resmi jadi mahasiswa UIN. Sumber kami adalah sistem informasi akademik,” pungkasnya

Artikel Asli

Sumber: kumparan.com

  • Bagikan