'Komandan' Pasukan 'Julid Fii Sabilillah' Perintahkan Serang Politisi dan Pemerintahan Israel

Monday, 11 December 2023
'Komandan' Pasukan 'Julid Fii Sabilillah' Perintahkan Serang Politisi dan Pemerintahan Israel
'Komandan' Pasukan 'Julid Fii Sabilillah' Perintahkan Serang Politisi dan Pemerintahan Israel


BERITASEBELAS.COM - Komandan pasukan 'Julid Fii Sabilillah' Erlangga Greschinov kembali memberi instruksi kepada netizen Indonesia di media sosial.


Dalam unggahan terbarunya Senin, 11 Desember 2023, Greschinov meminta netizen Indonesia untuk menyerang para politisi dan pemerintahan Israel.


Menurutnya, pasukan Julid Fii Sabilillah sudah naik level seiring merebaknya pemberitaan secara internasional.


"Perjuangan #julidfisabilillah kita sudah naik ke level yang lebih tinggi: yaitu melawan politisi dan pejabat teras pemerintahan Israel," tulisnya.


Sementara para pendukung atau pasukan Israel yang berseliweran di media sosial, katanya hanya cukup direport atau dilaporkan saja.


"Zionis pe**k bukan lagi lawan yang sepadan dengan kita, kalau ketemu Zionis pe**k, langsung report aja Twit-Twitnya," tambahnya.


Pasalnya, ia meminta pasukan Julid Fii Sabilillah untuk tidak membuang energi terlalu banyak untuk meladeni pendukung dan tentara Israel di media sosial.


"Energi kita jangan terlalu banyak digunakan untuk meladeni mereka," tegasnya.


Greschinov juga meminta untuk melapor jika pasukan Julid Fii Sabilillah mendapat ancaman atau teror serius.


"Satu hal lagi: segera hubungiku jika kamu mendapatkan ancaman/teror serius," tukasnya.


Seperti diketahui pasukan pertahanan Israel (IDF) kembali membombardir Jalur Gaza.


Laporan terakhir korban jiwa terus berjatuhan sejak serangan 7 Oktober.


Jumlah korban warga sipil Palestina yang meninggal dunia kini telah mencapai lebih dari 14.000 korban.


Korban didominasi oleh anak dan perempuan yang sejatinya tengah berlindung di tempat-tempat pengungsian.


Genosida yang dilakukan Israel terus dilakukan, sementara pemerintah Palestina dan Hamas berusaha untuk mengedepankan gencatan senjata sepenuhnya.


Namun resolusi yang kerap digaung dalam rapat PBB, selalu diveto oleh Amerika Serikat.


AS punya wewenang itu dan dinilai buruk oleh dunia internasional.


AS dituding telah membantu Israel untuk membumihangunkan warga sipil Palestina di Gaza.


Sumber: disway.

BACA JUGA:

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler